PERKEMBANGAN IKAN PAUS

PERKEMBANGAN IKAN PAUS

OSLOBeberapa jenis ikan paus besar seperti ikan paus Humpback, Minke dan ikan paus daerah selatan sedang mengalami pemulihan dari acaman kepunahan. Pemulihan ini dapat dilaksanakan dengan melakukan penahanan terhadap para pemburu ikan paus yang dimulai sejak 1980, demikian pernyataan dari jaringan perlindungan alam terbesar di dunia pada Selasa lalu.

Suatu tinjauan ulang dari para pakar mamalia laut khusus untuk jenis ikan paus, dan keluarga lumba-lumba, sedang menggolongkan sekitar 80 jenis ikan paus, dan lumba-lumba, yang mana hasilnya menunjukkan bahwa banyak dari jenis-jenis ukuran kecil masih dapat beresiko punah. Menurut Serikat Internasional Perlindungan Alam (IUCN/ International Union for Conservation of Nature), salah satu ancaman utamanya adalah ter-sangkut jaring nelayan.

�Melalui foto, para ikan paus yang berukuran besar ini kelihatannya dapat dilindungi dengan baik,� kata Randall selaku ketua kelompok khusus para pakar mamalia laut jenis ikan paus, dan lumba-lumba dari IUCN. Sedang Reuters selaku pengamat mamalia laut bagi IUCN mengatakan bahwa ikan paus ukuran besar masuk kategori �daftar merah� dari jenis yang terancam punah.

�Ikan paus ukuran besar termasuk salah satu komoditas perdagangan yang penting, karena merupakan suatu bagian yang paling diperhatikan selama dalam pengawasan perlidungan.� kata grup pemerintah IUCN, ilmuwan, dan konservatoris.

Dunia menekankan suatu larangan sementara bagi para pemburu ikan paus pada 1986, setelah banyak yang menuju ke arah kepunahan selama masa sepuluh tahun. Namun untuk keperluan perdagangan seperti daging, minyak dan tulang ikan paus, ikan paus Minke masih ditembaki oleh nelayan Jepang, Norwegia dan Islandia.

Ikan paus Humpback yang panjangnya sampai 50 kaki (15 meter) yang dapat ditemukan di berbagai samudera yang ada di dunia, pada �Daftar Merah� yang baru telah berpindah dari kategori �mudah diserang� ke kategori �sedikit mengkuatirkan�.

Ikan paus selatan yang terdapat di belahan bumi selatan, dan ikan paus Minke yang biasanya hidup di samudera Pasifik Utara dan samudera Atlantik Utara, telah bergeser turun kategorinya dari kelompok �beresiko rendah� ke kategori �sedikit mengkuatirkan�.

Antartika
�Dalam kasus ikan paus Minke, bukan berarti keberadaanya lebih baik. Tetapi itu lebih dari sekedar informasi yang dilebih-lebihkan, kata Justin Cooke, seorang anggota kelompok pakar mamalia laut khusus untuk jenis ikan paus, dan lumba-lumba dari IUCN.
Masih ada satu jenis lagi yaitu, ikan paus Minke  yang ditangkap oleh nelayan Jepang, telah berpindah ke suatu kategori data tidak mencukupi, yang berarti bahwa terlalu sedikit data-data yang dapat diketahui untuk memutuskan seberapa banyak keberadaannya di sana.

Norwegia sudah menetapkan suatu kuota sebanyak 1.052 ekor ikan paus Minke dan Islandia menetapkan kuota sebesar 40 ekor di samudera Atlantik Utara pada tahun 2008. Jepang menangkap 551 ekor ikan paus Minke di lepas pantai  dalam musim lalu. Para pemburu mendapatkannya jauh lebih besar lagi.

Dan ancaman terhadap jenis-jenis yang lain masih tetap berlangsung.

Ikan paus biru (Blue Whale), lebih besar dari setiap dinosaurus yang ada dan merupakan makhluk terbesar yang pernah hidup di bumi, dan masih tetap dalam kondisi membahayakan begitu juga dengan ikan paus sirip (Fin Whale) dan ikan paus sei (Sei Whale).

Secara keseluruhan, kira-kira hampir seperempat jenis ikan paus diperkirakan terancam punah. Sembilan jenis ikan paus lainnya terdaftar sebagai kategori membahayakan atau kategori sangat membahayakan sekali, yang mana merupakan tingkat-tingkat ancaman yang tertinggi, demikian pernyataan dari IUCN.

IUCN juga berkata,Meskipun tanpa para pemburu, ikan paus sudah terancam punah di banyak daerah karena tertabrak kapal, tersangkut jaring nelayan yang semakin buruk, berkurangnya mangsa dan tingginya  suara.

Di antara sekian banyak jenis, yang paling beresiko adalah Vaquita, suatu jenis lumba-lumba (porpoise) yang hidup di palung laut California di lepas pantai Meksiko, dimana sekarang hanya berjumlah 150 ekor yang masih berkeliaran. Reeves memuji Meksiko dalam suatu kampanyenya terhadap perlndungan alam baru-baru ini.

Reeves mengatakan ada tanda-tanda membahayakan yang sudah sangat kritis terhadap ikan paus abu-abu  (Western Grey Whale) yang populasinya mungkin dapat menjaga keseimbangan ekosistem di lautan Pasifik.

Beberapa pakar lingkungan telah mengatakan ikan paus dapat menuju kepunahan dengan berdirinya suatu proyek pengembangan minyak dan gas di pulau Sakhalin, di lepas pantai Rusia, yang diprakarsai oleh Gazprom yang bermitra dengan Mitsui dan Mitsubishi dari Jepang

http://www.indonesiaindonesia.com/f/36459-perkembangan-ikan-paus-diresmikannya-larangan-perburuan/

By anggita97

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s